By :Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by Yustia Rahmawati (p.matswa 09 / 09301244005)
VTR (Video Tape Recorder) untuk pendidikan guru dan gerakan reformasi pendidikan matematika di Indonesia, yang khusus dikembangkan untuk studi pelajaran memiliki beberapa manfaat sebagai berikut : ringkasan pendek dari pelajaran dengan penekanan pada masalah-masalah utama dalam pelajaran, komponen pelajaran dan utama kejadian di kelas, dan kemungkinan masalah untuk diskusi dan refleksi dengan guru mengamati pelajaran (Isoda, M., 2006). Menurut dia, Lesson Study dibagi menjadi tiga bagian: a) perencanaan pelajaran, b) bagian observasi, dan, c) bagian diskusi dan refleksi.
Jika kita amati proses belajar mengajar melalui VTR, ringkasan pendek diperlukan untuk memahami isi dan kita perlu mengamati beberapa kali VTR untuk memahami isinya dengan jelas. Setelah melakukan ini, mungkin kita akan menemukan isu-isu yang berguna untuk diskusi dan refleksi serta untuk mencerminkan pada praktek-praktek atau pelajaran inovatif untuk reformasi pendidikan matematika.
Secara umum, kegiatan yang merefleksikan konteks Jepang mengajar matematika melalui VTR di program pelatihan dianggap sebagai sesuatu yang baik dan berguna oleh guru. Para guru yang merasakan bahwa kegiatan tersebut perlu disosialisasikan ke kabupaten lain agar lebih banyak guru dapat mempelajarinya. Mereka merasa bahwa ajaran tercermin dalam VTR adalah model yang baik yang juga dapat diimplementasikan dalam konteks Indonesia. Namun, mereka menganggap bahwa tidak mudah untuk menerapkannya.
Para guru merasa bahwa di perkumpulan guru mereka mampu membahas dan mengembangkan rencana pelajaran dan lembar kerja siswa. Guru menyarankan bahwa pembangunan program profesional guru harus didasarkan pada kebutuhan guru dan karena itu, kebutuhan seperti penilaian butuhkan sebelum program dijalankan. Mereka juga berharap bahwa pemerintah memperhatikan pengadaan fasilitas sekolah dan meningkatkan gaji mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar