Yustia Rahmawati (09301244005)
P.Mat.Swa 09 (Kelas C)
FILSAFAT KEHIDUPAN
Hidup didefinisikan sebagai keadaan. Keadaan itu kaitannya dengan
potensi dan fakta. Potensi yang ada dalam kehidupan dan fakta merupakan keadaan
yang ada dalam hidup ini. Dalam hidup ini fakta dapat berbeda beda dalam
filsafat. Namun terkadang apa yang didefinisikan juga tidak dilaksanakan secara
gamblang. Misal utang motor dibayar dengan motor, namun pada kenyataanya ketika
orang kredit motor tentu saja dibayar dengan uang.
Semua yang ada dalam kehidupan punya tata cara tersendiri, punya
peraturan sendiri, agar duduk persoalnya jelas. Karena jika semua punya aturan
maka hidup akan terarah. Namun terkadang banyak orang mengabaikan hal itu,
mengabaikan tata cara yang ada, hingga hidup nampak tak punya aturan, terlihat
berantakan, carut marut, dan kurang terarah. Mentaati tata cara butuh kesadaran
diri, kesadaran untuk selalu taat peraturan. Seperti Negara kita yang punya
tata cara, seperti pancasila yang punya adab, yaitu di sila ke-2 yaitu
Kemanusiaan yang adil dan beradab. Setiap manusia sebenarnya bisa menciptakan
tata cara sendiri dalam kehidupannya, misalnya ketika kita mengajar, pasti kita
juga punya aturan tersendiri untuk murid kita, agar murid kita menjadi terarah dan
sesuai apa yang kita inginkan.
Dalam filsafat juga ada kontradiksi, yaitu ketidaksesuaian dengan
fakta. Kadang orang hanya ingin sesuatu yang baik tanpa melihat proses.
Tiba-tiba ada tanpa tahu apa yang prosesnya benar atau tidak.
Baik buruknya keadaan seseorang adalah ketika dalam keadaan
seimbang, seperti kata orang jawa bahwa bibit, bobot, bebet sangat penting. Keseimbangan
mewujudkan hal baik dalam kehidupan , namun untuk mencapai keseimbangan juga
bukan hal mudah. Tidak semua yang ada dalam diri manusia itu seimbang.
Tahukah anda bahwa hidup kita terlalu singkat untuk disia-siakan ,
hidup terus berjalan, hidup itu regenerasi seperti tumbunya jamur diatas pohon,
yang hanya tumbuh ketika musim hujan dan akan mati ketika musim kemarau datang.
Miliki filsafat hidup yang
benar, yaitu, selalu bahagia. Bila pikiran terkendali dengan benar dan melihat
segala sesuatunya dari sudut positif maka semua akan nampak lebih baik.
Namun bukan perkara yang mudah untuk menjadikan sesuatu dalam keaadan positif. Pemikiran
yang positif tidak dapat dengan mudah datang, karena pemikiran yang positif
datang dari hati yang jernih.
Hidup itu punya adab, ini merupakan persoalan yang besar. Seperti
kita yang berumur 21 banyak hal yang masih menjadi potensi buakn fakta. Misal
kita menjangajar ketika PPL, ini juga bukan merupakan fakta namun masih potensi
karena kita masih dalam taraf belajar dan belum mendapatkan SK guru. Sebagian
yang kita miliki juga masih potensi karena sebagian besar yang kita miliki
masih punya orang tua kita. Untuk itu jika potensi kita ingin kita jadikan
sebagai fakta maka kita juga harus bersungguh-sungguh dalam kehidupan kita.
Pertanyaan :
Untuk berfilsafat kita harus dekat dengan pola pokir, nah bagaimana
membentuk pola pikir yang baik dan positif ? Karena menurut saya membentuk pola
pikir yang baik dan positif itu bukan hal yang mudah.