Senin, 01 Oktober 2012


Yustia Rahmawati (09301244005)
P.Mat.Swa 09 (Kelas C)

FILSAFAT KEHIDUPAN
Hidup didefinisikan sebagai keadaan. Keadaan itu kaitannya dengan potensi dan fakta. Potensi yang ada dalam kehidupan dan fakta merupakan keadaan yang ada dalam hidup ini. Dalam hidup ini fakta dapat berbeda beda dalam filsafat. Namun terkadang apa yang didefinisikan juga tidak dilaksanakan secara gamblang. Misal utang motor dibayar dengan motor, namun pada kenyataanya ketika orang kredit motor tentu saja dibayar dengan uang.
Semua yang ada dalam kehidupan punya tata cara tersendiri, punya peraturan sendiri, agar duduk persoalnya jelas. Karena jika semua punya aturan maka hidup akan terarah. Namun terkadang banyak orang mengabaikan hal itu, mengabaikan tata cara yang ada, hingga hidup nampak tak punya aturan, terlihat berantakan, carut marut, dan kurang terarah. Mentaati tata cara butuh kesadaran diri, kesadaran untuk selalu taat peraturan. Seperti Negara kita yang punya tata cara, seperti pancasila yang punya adab, yaitu di sila ke-2 yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Setiap manusia sebenarnya bisa menciptakan tata cara sendiri dalam kehidupannya, misalnya ketika kita mengajar, pasti kita juga punya aturan tersendiri untuk murid kita, agar murid kita menjadi terarah dan sesuai apa yang kita inginkan.
Dalam filsafat juga ada kontradiksi, yaitu ketidaksesuaian dengan fakta. Kadang orang hanya ingin sesuatu yang baik tanpa melihat proses. Tiba-tiba ada tanpa tahu apa yang prosesnya benar atau tidak.
Baik buruknya keadaan seseorang adalah ketika dalam keadaan seimbang, seperti kata orang jawa bahwa bibit, bobot, bebet sangat penting. Keseimbangan mewujudkan hal baik dalam kehidupan , namun untuk mencapai keseimbangan juga bukan hal mudah. Tidak semua yang ada dalam diri manusia itu seimbang.
Tahukah anda bahwa hidup kita terlalu singkat untuk disia-siakan , hidup terus berjalan, hidup itu regenerasi seperti tumbunya jamur diatas pohon, yang hanya tumbuh ketika musim hujan dan akan mati ketika musim kemarau datang.  Miliki filsafat hidup yang benar, yaitu, selalu bahagia. Bila pikiran terkendali dengan benar dan melihat segala sesuatunya dari sudut positif maka semua akan nampak lebih baik. Namun bukan perkara yang mudah untuk menjadikan sesuatu dalam keaadan positif. Pemikiran yang positif tidak dapat dengan mudah datang, karena pemikiran yang positif datang dari hati yang jernih.
Hidup itu punya adab, ini merupakan persoalan yang besar. Seperti kita yang berumur 21 banyak hal yang masih menjadi potensi buakn fakta. Misal kita menjangajar ketika PPL, ini juga bukan merupakan fakta namun masih potensi karena kita masih dalam taraf belajar dan belum mendapatkan SK guru. Sebagian yang kita miliki juga masih potensi karena sebagian besar yang kita miliki masih punya orang tua kita. Untuk itu jika potensi kita ingin kita jadikan sebagai fakta maka kita juga harus bersungguh-sungguh dalam kehidupan kita.

Pertanyaan :
Untuk berfilsafat kita harus dekat dengan pola pokir, nah bagaimana membentuk pola pikir yang baik dan positif ? Karena menurut saya membentuk pola pikir yang baik dan positif itu bukan hal yang mudah.