Selasa, 15 Januari 2013

HEDONISM


Hedonism adalah gaya hidup yang serba glamour, mewah, lux, sudah banyak diburu oleh pencari kenikmataan sesaat. Segala yang dimiliki akan dikorbankan demi nafsu yang terus menggelora. Bagi mereka, dunia adalah segalanya. Sedangkan akhirat hanyalah impian kosong yang menjadi racun kenikmatan dunia. Inilah fenomena yang sangat menjamur di tengah-tegah panasnya kehidupan.
            Paham hedonisme sendiri berarti suatu pemikiran yang menjadikan tujuan hidupnya adalah kesenangan materi. Kesenangan yang memuaskan jiwa dan batin setiap manusia. Epicurus berpendapat bahwa kenikmatan materi adalah tujuan utama dalam hidup. Filsafatnya menitikberatkan pada etika yang memberikan ketenangan batin. Hedone (kenikmatan atau kesenangan) diperoleh dengan memuaskan keinginannya. Manusia harus bisa memilih keinginannya agar dapat mencapai kepuasan yang mendalam. Hedonisme yang hanya mencari kenikmatan materi demi kepuasan jiwa tidaklah sempurna sampai seseorang terjauh dari kehidupan spiritual yang dianggap mengekang manusias.
Filosof Aristippus mengatakan bahwa kesenangan merupakan rasa dari watak yang lemah lembut dan tujuan kehidupan yang sebenarnya. Semua kesenangan nilainya sama akan tetapi berbeda dalam tingkat lamanya. Sebenarnya, tokoh-tokoh filsafat yang mendukung hedonisme tidak sedikit. Akan tetapi, mereka berdualah yang paling vokal dalam menyampaikan ide-ide hedonisme sehingga menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Inti dari pemikiran mereka adalah kenikmatan yang menjadi tujuan sejati dari kehidupan manusia. Kenikmatan tersebut haruslah membawa kepuasan jiwa dan batin seseorang. Tidak peduli apakah kenikmatan itu bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama atau tidak, yang pasti kenikmatan adalah segala-galanya.
Akar dari filsafat ini adalah keadaan setiap manusia yang memiliki nafsu dan penilaian mereka bahwa manusia adalah homo ludens (makhluk yang senantiasa bermain-main). Setiap manusia yang hidup dikaruniai nafsu. Nafsu itulah yang mendorong manusia untuk mencapai kepuasan. Dengan kata lain, keinginan manusia untuk mencapai kepuasan adalah hal yang wajar karena hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan. Menurut paham hedonisme, keberadaan nafsu tidak bisa dikendalikan dengan cara apapun. Oleh karena itu, menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu adalah cara yang sah.
Jadi hedonisme tidak hanya sebuah gaya hidup yang serba bebas, melainkan sebagai pemikiran dan kepercayaan yang tentunya berakhir pada kehancuran nilai-nilai agama. Kesenangan yang ditawarkan dalam budaya hedonisme tidak lain bersifat fana dan menipu.
Apa yang kini dianggap modern belum tentu berbuah baik bagi kehidupan manusia. Narkoba, seks bebas, musik, korupsi, dan lain sebagainya adalah bagian dari beberapa tindak kriminal yang dilakukan karena hanya ingin mencari kenikmatan dan kesenangan.
Hedonisme selalu berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Aspek aqidah, prilaku, sistem ekonomi, politik, sosial, dan kesehatan, akan menjadi hancur dan kacau akibat dampak dari gaya hidup yang egois ini.
Jadi hiduplah dengan gaya hidup yang benar, aqidah yang benar, dan yakin bahwa sesuatu yang nampaknya menyenangkan terkadang bukanlah hal yang benar.

Referensi : http://islamiahdakwah.blogspot.com/2009/05/muslim-bertanggung-jawab.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar