Selasa, 15 Januari 2013

FILSAFAT DALAM BERPIKIR


Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah ngomong tentang berfikir tapi otomatis kita selalu berpikir. Kita tidak perlu tiap hari berbicara tentang filsafat tapi tiap hari kita berfilsafat. Kita tidak perlu tiap hari berbicara tentang doa tapi tiap hari kita berdoa. Kegiatan kegitan seperti itu memang sudah kita lakukan tanpa harus berfikir lagi kalau kita melakukan itu.
Baik buruknya berfikir filsafat tergantung dari spiritual. Karena ketika kita pemikiran dan hati kita terdapat sinkronisani, maka kita akan dapat lebih baik dalam menentukan sikap. Dalam sehari hari kadang terdapat penyakit yang mungkin timbul, misal penyakit hati. Penyakit hati ini dapat disembuhkan dengan berdoa, yaitu adanya interaksi dengan Tuhan. Nah, kalau dalam berfilsafat, penyakit dalam berfilsafat dapat diobati dengan berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada. Segala penyakit itu pasti ada obatnya, dan untuk mencapai kesembuhan selain butuh obat kita juga harus benar menyikapinya.
Berfilsafat itu berarti berpikir, tapi berpikir itu tidak berarti berfilsafat. Hal ini disebabkan oleh berfilsafat berarti berpikir artinya dengan bermakna dalam arti berpikir itu ada manfaat, makna, dan tujuannya, sehingga mudah untuk direalisasikan dari berpikir itu karena sudah ada acuan dan tujuan yang pasti/sudah ada planning dan contohnya, dan yang paling utama hasil dari berpikir itu bermanfaat bagi orang banyak, tapi berpikir tidak berarti berfilsafat, karena isi dari berpikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas atau mungkin hanya khayalan saja.
Bersfikir filsafat itu adalah berfikir reflektif. Berfikir ilmiah belum tentu berfikir filsifat. Namun berfikir filsafat itu meliputi pemikiran yang ilmiah, bahkan pemikiran orang awam pun juga merupakan pemikiran yang filsafat. Agar tidak bimbang dalam berfikir kita harus sering berdoa dan mengingat Tuhan, jika bimbang dalam hati maka berhentilah berfikir dan berdoalah, namun ketika bimbang dalam berfilsafat maka berfikirlah lebih jauh. Kemampuan berfikir paling tinggi dalam filsafat adalah ketika seseorang mampu mengambil keputusan.
Gunanya berfilsafat itu adalah pengalaman kita itu dipikirkan, dalam berfilsafat pemikiran yang ada untuk direfleksikan dalam pengalaman, dan pengalaman yang ada untuk direfleksikan. Namun belum tentu semua orang mampu berfikir dan merefleksikan dalam tindakan. Padahal merefleksikan pengalaman dalam pikiran merupakan hal yang penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar